Cerita Sepatu

Walau saya bukanlah seorang maniak sepatu, namun saya juga memiliki beberapa cerita & kenangan bersama sepatu.  Teman-teman masih ingat pada saat kita TK – SMA, sekolah mewajibkan kita memakai sepatu hitam? Photobucket Sekolah saya pun dulu memiliki peraturan yang sama. Asiknya, sekolah juga menjadi  penjual (mungkin istilah lebih depatnya: distributor?) sepatu hitam ini. Jadi, kalau ingin sepatu hitam, langsung beli saja dari sekolah. Saya masih ingat merk nya, Spotec Photobucket

Karena ukuran badan saya “abnormal” (ke atas ya, bukan ke samping), ukuran kaki saya pun menjadi abnormal. Ada suatu waktu tertentu saat saya SD, yang mana ukuran kaki saya melebihi besar ukuran sepatu yang dijual sekolah. Sehingga, saya harus membeli sepatu di luar sekolah. Photobucket

Nah, sepatu ukuran saya yang berwarna hitam itu bisa dibilang barang yang agak langka di toko, terutama gara-gara “harus berwarna hitam” nya itu. Saya mesti cari di Jakarta, bahkan kalau lagi ke Singapura. Harganya bisa cukup mahal, kisaran 400-600 ribu rupiah. Karena budget dana yang diperlukan cukup besar, maka sekali beli sepatu, saya hanya membeli sepasang saja. Sepatu nya saya pakai untuk semua keperluan. Ke sekolah, ke gereja, ke acara-acara, jalan-jalan, dan olahraga. Photobucket [Jadi, boro-boro punya 13 pasang sepatu sekaligus seperti Om Arman, dapat sepasang saja sudah untung]

Sebagai akibatnya, dalam jangka waktu 1-2 tahun, sepatu saya sudah usang. Ditambah pula dengan susahnya mencari sepatu baru, sehingga biasanya sepatu saya tersebut saya pakai sampai robek-robek dan bolong. Pernah juga ada yang dicoba dijahit, bahkan sampai di-lem karena sudah menganga.

Dan setelah saya di USA ini, ukuran sepatu saya memang bukan ukuran yang umum yang bisa dengan gampang didapatkan di segala toko sepatu. Hanya beberapa tempat jual sepatu yang memiliki ukuran saya (tapi setidaknya, tidak semahal dan sesuah mencarinya dibandingkan dengan di Indonesia!Photobucket). Ini lah beberapa sepatu yang saya beli di sini (sekalian mungkin bisa jadi katalog hehehe):

Sepatu Lama:

  • Merk: Ozark Trail
  • Ukuran: (lupa euy, labelnya juga sudah hilang)
  • Harga: 30 US Dollar (dalam kurs hari ini, sekitar 270 ribu rupiah)

Sepatu tersebut saya pakai sejak tahun 2008 sampai sekarang. Inipun juga saya pakai multifungsi. Namun, karena sudah ada beberapa robek dan lecet (dan juga sepatu-sendal saya sudah sangat usang), saya kemarin memutuskan untuk beli sepatu baru untuk jaga-jaga. Kali ini, saya beli dua dengan tujuan pemakaian yang berbeda (dan juga supaya tidak cepat usang dibandingkan dengan satu sepatu dipakai untuk segalanya):

Untuk kegiatan santai, jalan-jalan, atau olahraga, saya beli yang ini:

  • Merk: Starter
  • Ukuran: 49,5 asia (14W USA)
  • Harga: 12 US Dollar (dalam kurs hari ini, sekitar 108 ribu)
Untuk ke gereja atau acara resmi, saya beli yang ini:

  • Merk: Dr. Scholl’s
  • Ukuran: 48 asia (13W USA)
  • Harga: 30 US Dollar (dalam kurs hari ini, sekitar 270 ribu rupiah)

Jangan kaget yah, ukuran kaki saya memang berkisar antara 48-49,5 asia (13-14 USA)! Ukuran mana yang saya beli, tergantung merk dan model sepatu juga yah. Kalau yang 48 sudah pas untuk kaki, ya sudah saya beli yang 48. Tapi apabila yang 48 terasa sempit, saya beli yang 49,5 Photobucket. [jadi sebaiknya, kalau-kalau ada yang ingin memberikan saya hadiah sepatu, lebih baik langsung bawa saya ke toko sepatu]

Untuk yang abu-abu, agak longgar sedikit (karena yang 48 nya terasa sempit). Tapi saya suka model begini, karena tujuannya untuk jalan-jalan atau olahraga, tidak memakai tali merupakan pilihan praktis. Sehingga tidak perlu repot apabila tali lepas-lepas. Hanya saja, warna-nya abu-abu, sedangkan kaos kaki saya kebanyakan cokelat muda. Ngga cocok dong yah? Photobucket Mesti beli kaos kaki hitam atau putih.

Sedangkan untuk yang hitam, ini adalah sepatu model Pantofel pertama yang saya miliki yang muat untuk kaki saya.

Ada juga cerita unik mengenai sepatu pantofel ini. Dulu, pada saat persiapan resepsi pernikahan antara tante dengan almarhum om saya, pakaian yang saya gunakan adalah pakaian daerah sunda. Sehingga, sepatu sekolah tidak cocok untuk saya pakai.

Mami saya mencarikan saya sepatu Pantofel. Namun, tidak ada satupun yang pas dengan kaki saya. Karena mami ngotot saya harus pakai pantofel, mami belikan saja ukuran terbesar yang ada.

Saat itu saya kesal banget deh, karena sempit, dan kaki rasanya sakit (terlebih acara resepsinya berformat “standing party”). Setelah selesai acara resepsi, saya benci sekali dengan sepatu pantofel itu. Tidak pernah sekalipun saya pakai lagi (mungkin dedi saya yang pakai akhirnya).

Begitulah “perjuangan” seorang yang berkaki besar untuk memiliki sepatu Photobucket


Catatan:

  • Untunglah saya tidak memiliki hobby mengoleksi sepatu
  • Olahragawan yang berkaki besar beli sepatu di mana yah? (kalau di sini, ada dijual sampai ukuran 50,5 asia/15 USA. Tapi kalau di indonesia bagaimana?)
  • Kalau saya pulang ke Indonesia suatu saat nanti, mesti banyak bawa sepatu dari sini dong? Photobucket
Iklan

9 comments so far

  1. arman on

    iya ya ukuran sepatu lu gede banget ya mik…
    lu tingginya berapa sih?

    • Debby on

      tingginya kalo ga salah 180-an ^^

      btw, Mik, ada kok jual sepatu ukuran besar di Indo, nti kalo udah disini aQ temenin belinya deh 🙂

  2. uliana on

    He…he….sepatu…sepatu…pantesan waktu nikahan tante,rasanya Babang banyak cemberut…rupanya kakinya sudah kesakitan….pantaslah kalau Babang jadi benci dengan sepatu itu….:)

  3. Denuzz BURUNG HANTU on

    liat sepatu barunya, denuzz jadi iri nih ,,,
    uh ,,,
    bagus banget … bagi satu dong tuh yg sepatu pantofel … 😦

    salam burung hantu …

  4. tante sherly on

    ha ha ha…
    tante ngga tau tuh story nya babang ttg sepatu di resepsi nikahnya tante 🙂

    usul bang, cerita juga deh ttg sulitnya mencari celana panjang buat babang,biar komplit 🙂

  5. uliana on

    He…he…si tante bisa saja…Mama jadi ingat wajah Babang yang dibawa pindah dari satu toko ke toko lain untuk mencari celana panjang….terutama kalau mau Natalan…

  6. yons on

    jadi kaya iklan sepatu.ha.ha.ha

  7. rachel dachi on

    ckck…rumitnya

  8. haditriyanto on

    Gede bener. Kaya kakinya LJ
    Sepatu Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: