Selamat Jalan, Mr. Jim North

Baru saja 2 minggu, sahabat saya Yeremia Enrico meninggal dunia, kemarin seorang teman saya yang lain juga meninggal Dunia.

Teman saya bernama Mr. Jim North. Umurnya sudah mencapai 70 sekian tahun. Menurut perhitungan manusiawi, usia itu sudah ideal untuk meninggal. Tapi bagaimanapun juga, tetap ada rasa kaget dan duka yang terasa. Apalagi karena saya rasa dia memiliki pola hidup yang cukup sehat.

Mr. Jim North adalah pelopor The Navigator di Indonesia, suatu organisasi persekutuan kristen yang cukup populer pada kampus-kampus. Foto-foto kami dengan beliau (tahun lalu kami jalan-jalan ke tempat dia dalam rangka “reuni” antara dedi dan dia, karena dia adalah mentor The Navigators saat dedi kuliah dulu) bisa dilihat di sini:

Pada saat itulah perjumpaan pertama saya dengan Mr. Jim North. Walau saya baru kenal, namun saya sudah sedikit ‘familiar’ pada The Navigator Indonesia.

Saat saya masih SMA dahulu (tahun 2000-2003), saya mengikuti persekutuan siswa kristen nya (LISTEN = Pelayanan Siswa Kristen SMAN 3 Bandung). Walaupun LISTEN berdiri secara independen, namun LISTEN didirikan oleh The Navigator juga tahun 1998.

Sehingga, baik siswa maupun alumni LISTEN, kadang-kadang memakai fasilitas The Navigator, pada Wisma Navigator Bandung. Mulai dari pinjam ruangan untuk seminar, retreat, sampai kepada pinjam alat band untuk ibadah acara khusus LISTEN.

The Navigator Indonesia tentu bukan hanya di Bandung, namun sudah tersebar ke banyak kota lainnya. Oleh karena itu, senang sekali saya bisa bertemu dengan Mr. Jim North yang merupakan salah satu pendiri The Navigator Indonesia.


Karena pernah cukup lama di Indonesia, sekitar 30 tahunan, Mr. Jim North sangat fasih berbahasa Indonesia. Bahkan, dia mengerti frasa-frasa informal yang sulit diterjemahkan seperti “masuk angin”, “ngga enak badan”, dan “enak saja”.

Beliau juga pernah menceritakan satu pengalaman lucu saat sedang berada di Medan. Suatu hari, dia membeli bakwan dari pedagang pinggir jalan. Dia belum tahu apa itu ‘cabe rawit’. Dia sangka, itu sayur buncis ala Indonesia. Sehingga, dia mengambil cabe rawit tersebut dalam jumlah yang banyak.

Saat dia makan, kok rasanya pedas sekali? Tapi, dia tidak mau membuangnya. Karena dia merasa malu, sudah mengambil banyak kok dibuang? Dia berusaha menghabiskan semuanya (sambil ditonton orang banyak). Setelah selesai, cepat-cepat dia minum air. 😀

Akhir kata, selamat jalan Mr. Jim North. Misi-mu sudah selesai!

Iklan

5 comments so far

  1. echa on

    slamat jalan Mr.Jim, saya tdk mngenal anda &blm prnah brtemu anda, tapi saya jg brtumbuh dipelayanan mahasiswa. Terimakasih buat hidup yg anda taburkan u/ mlayani mhasiswa diIndonesia & tmpat2 lain. Saya percaya anda sedang brsukacita skrg, krna bisa brsama Dia selamanya, Pribadi yang telah anda layani & kasihi seumur hidup anda.. Terus dukung playanan mahasiwa dari sana ya! 😀 GBU

  2. dwihutapea on

    mikha..Pak Jim sudah taat dan setia sepanjang hidupnya. Dia sudah mengakhirinya dengan baik dan dia bisa berkata kepada Sang Pencipta, “selesai sudah!”

    senang karena kita adalah buah2 pelayanannya di sini 🙂

    trimakasi Pak Jim 🙂

  3. tante sherly on

    ada sukacita bisa mengenal seseorang pelayan Tuhan seperti beliau ya bang,meskipun dia sudah “pergi” tapi karyanya tetap berbuah selamanya 🙂

  4. uliana on

    Trimakasih Bang utk cerita2 tentang Mr.Jim North…
    Betapa semangatnya selalu menyala untuk melayani Tuhan,dapat menjadi contoh bagi kita yang masih Tuhan kasih kesempatan hidup untuk juga semangat melayani Tuhan sesuai talenta yang kita miliki.
    Selamat jalan Mr.Jim North….Semoga keluarga yang ditinggalkan Tuhan hibur dan kuatkan…Amiiin.

  5. Debby on

    trut berdukacita ….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: