Wisata Ke Savannah: Hari 7,8,9 (final)

Bagi yang baru membaca, saya persilahkan untuk membaca bagian sebelumnya supaya mengerti:

Wisata besar di dalam kota Savannah nya sendiri sebenarnya sudah selesai pada Hari ke-6. Selebihnya, persiapan dan  perjalanan pulang beserta foto-fotonya.


Hari Ke-7

Satu kelemahan saya adalah, badan saya “tidak kompatibel” dengan angin kencang. Karena saya terkena angin kencang pada pantai (Hari ke-3) dan pinggir sungai (Hari ke-6), sebagai akibatnya hari ini badan saya KO juga. Saya terkena sakit demam, batuk, dan pilek Photobucket.

Sementara dedi & mami pergi ke rumah Craig, saya di kamar hotel saja bersama Vano yang asik bermain GameCube nya. Kami juga berenang & mencoba-coba peralatan di ruang fitness. Adik saya mencoba sepeda statis (kira-kira seperti: ini). Adik saya hebat juga, dia set sepeda statis nya ke modus yang paling berat Photobucket. Sedangkan saya mencoba Treadmill (tapi tidak bisa jalan. Mungkin karena Panel kontrol nya jadi error karena saya tekan-tekan sembarangan. Tapi mungkin juga perlu sesuatu untuk menghidupkannya Photobucket ).

Karena agak lapar, kami mencari sedikit makanan-minuman:

Untunglah siang hari, dedi membawakan kami makan siang.

Pada sore hari, ortu pulang dari rumah Craig. Craig meminjamkan kacamata khusus dari NASA untuk melihat langsung matahari Photobucket:

(yang betul, Aquired atau Acquired? Masa organisasi sebesar NASA bisa salah tulis? 39 )

Nama kacamatanya adalah SDO: Solar Dynamics Observatory (itu memang nama kacamatanya atau hanya iklan salah satu fasilitas NASA ya?). Nah, kira-kira mataharinya terlihat seperti ini:

Karena sangat gelap, yang terlihat hanya si matahari Photobucket.

Nah, malam harinya, kami cari makan lagi ke sebuah restoran Vietnam, yang namanya “Saigon Flavor”. Namanya memang mirip dengan restoran Vietnam yang kami kunjungi di hari ke-6, Saigon juga. (Apakah semua nama restoran Vietnam berawalan “Saigon”? Photobucket ).

Foto-foto restoran bisa dilihat di sini: 673 – 677

Selesai makan dari situ, kami ke toko sebentar untuk berbelanja sesuatu.

Ada kuda-kudaan nih (atau naga-nagaan)? Hahaha Photobucket

Nah, salah satu barang yang kami beli adalah…

Silakan tebak sendiri ya, buat siapa kartu ini nantinya akan diberi? Hi hi hi. Photobucket

Pulang ke hotel, kami beres-beres barang, karena keesokan harinya hendak berangkat pulang. Itulah hari ketujuh.


Hari Ke-8

Kami Check-Out dari hotel

Kemudian menuju ke rumah Craig untuk menjemput Bonita.

Lagi mikir, mempersiapkan perjalanan pulang, beserta rute-rutenya. 58

Kemudian, selamat tinggal Savannah. Foto perjalanan pulang, bisa dilihat di sini:

Juga ketemu King-Kong di pom bensin:

Malam harinya, kami menginap di Hotel Bestwestern.

Ada sedikit cerita lucu di sini. Kamar Bonita & ibunya, dengan kamar kami, jaraknya agak jauh. Yang satu di ujung lorong, yang satu di ujungnya lagi. Namun, mobil diparkir dekat pada kamar Bonita (sehingga jauh dari kamar kami). Saya sudah meminta dedi memarkirkan mobil di dekat kamar kami, tapi kata dedi tidak masalah di situ Photobucket.

Nah, malam harinya, sekitar pukul 01.00, perut saya lapar sekali. Namun, saya tidak mau membangunkan dedi maupun mami, karena sepertinya mereka enak sekali tidurnya Photobucket. Saya coba jalan ke mobil, dengan harapan ada pintu yang lupa dikunci (karena, pintu kiri tengah tidak bisa dikunci otomatis). Bayangkan saja, lagi pakai piyama, mengantuk, terus demam batuk pilek, harus jalan jauh ke mobil Photobucket. Dan ternyata semua pintu mobilnya terkunci. Photobucket

Jadi, saya kembali ke kamar lagi. Mau dipaksakan tidur, tidak bisa. Lapar tak tertahankan. Jadi, saya mencoba oprak-oprek tas dedi, siapa tahu dapat kunci mobil. Ternyata tidak dapat.

Untunglah saya punya ide. Di dekat kamar kan ada mesin Vending (dan juga kolam renang, tapi tidak buka malam hari)? Hanya saja, uangnya tidak ada, di dompet saya hanya ada kartu ATM. Solusinya, terpaksa saya “mengambil” uang 2 US Dollar dari tas pinggang dedi Photobucket, dan membelinya 2 buah makanan ringan dari mesin Vending. Akhirnya setelah makan, saya bisa tertidur pulas 113.


Hari Ke-9

Hanya ada satu foto ini:

Sekali-kali saya dong yang didorong di kursi roda. Photobucket

Sampai kembali ke rumah, tanggal 12 April 2010 dengan selamat. Hanya saja, ada satu barang yang belum ditemukan alias hilang: Adapter camcorder saya.

Itulah semua cerita ke Savannah nya. Oleh-olehnya ya liputan ini saja. Photobucket

Iklan

5 comments so far

  1. uliana on

    Coba tebak…He…he….kartu 50 years youngnya sekarang ada di rumah siapa ya…?
    Mama jadi tahu dibelinya dimana….trim’s ya….

    Bonita lucu juga ya…berpose pura-pura mendorong Babang di kursi roda….

  2. Asop on

    Heee? Itu kacamata yang bikin NASA? Kok bisa ya salah tulis?? Mungkin itu buatan Cina? 😆

  3. uliana on

    Babang….Babang….kok bisa sampai kelaparan begitu sih….?lain kali harus selalu ada kue mari misalnya untuk persediaan kalau malam terasa lapar….gak enak kalau sampai sakit maag…Di rumah…Mama saja selalu ada persediaan kue mari,menjaga kalau terbangun malam dan merasa lapar…

  4. achoey on

    wah, jalan2 yg indah dan menyenangkan
    sukses untuk mu sobat
    jadi serasa turut jalan-jalan 🙂

  5. uliana on

    Hari ini monitor di rumah baru diganti pak Dani Bang….asyiiik….Mama jadi bisa memperlihatkan foto2 ini sama Omah besok….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: