Filsafat: Siklus Pertemanan

Saya jarang bicara filsafat pada blog. Semoga saja tulisan kali ini bisa dimengerti. 21

Sumbernya dari blog abang kelas saya dulu, Bang Jopan:
(http://jopantob.blogspot.com/2010/04/good-dream-or-nightmare.html)

[…] ada yang menyebutkan bahwa ada suatu siklus dalam hidup, yaitu:

stranger – friend – best friend – friend – stranger

Oooh nooo….. Emang sih life must go on dan kalo ada pertemuan pasti ada perpisahan […] hmmm.. tapi kalo dipikir-pikir, siklus ini ada benarnya juga sih. Mungkin bisa dicontohkan dengan gw sama temen2 SMA gw. Walaupun dulu dekeeeet banget, ngeband bareng, main bareng, dan sebagainya, tapi kalo sekarang ketemu ya udah canggung mau ngomong apa […]

Bagi yang tidak mengerti bahasa inggris, siklus pertemanan yang dimaksud seperti ini:

  • Orang Asing
  • Teman
  • Sahabat
  • Teman
  • Orang Asing

Sebagai contoh sederhana, saya ambil dari pengalaman saya dengan bang Jopan.

Orang Asing Saya belum pernah bertemu beliau
Teman Saat saya masuk SMAN 3 Bandung, kami bertemu pada Ekstrakulikuler Persekutuan Siswa Kristen
Sahabat Beberapa kali bang Jopan meminta tolong saya membantu musik. Baik untuk acara Band di sekolah (walau waktu itu tampilnya batal bang๐Ÿ˜› ), maupun kegiatan rohani
Teman Saat kuliah, kami satu jurusan. Jadi masih sempat bertemu.
Orang Asing Saat saya ke USA, sudah hilang kontak dengan beliau (sampai saya dapat YM nya, itupun beliau jarang online).

(Hahaha…ngaku-ngaku sahabat, padahal saya tidak terlalu dekat juga. Biarlah, supaya ada contoh. Peace bang! 21 )

Walaupun filsafat ini sederhana, tapi cukup asik untuk saya diskusikan bersama ortu dan teman-teman saya lainnya. Sesuai pendapat ka Dwi, suatu hari nanti kita akan sibuk dengan urusan sendiri-sendiri (terutama kalau sudah berkeluarga), sehingga teman-teman akan “terlupakan”. Tapi, ada satu pendapat menarik dari Yovan:

secara umum mungkin begitu mik..tp namanya siklus, as you said before, bisa jadi teman lg kan?

keknya lebih positif aj memikirkan menjadi teman lagi daripada menjadi orang asing lg

Yap. saya setuju dengan pendapat dia Photobucket. Kesimpulannya, tidak semua siklus mutlak berhenti di suatu titik tertentu. Ada sebagian siklus yang bisa berhenti di titik mana saja yang dia inginkan.

Begitu pula dengan siklus ini. Sekalipun suatu hari menjadi orang asing, tapi tidak tertutup kemungkinan akan bisa menjadi teman lagi. Contohnya, ya saya dan Bang Jopan lagi. Sekarang sudah berteman kembali melalui Blog.

n.b.: Buat Huang, bisa diterima atau tidak pendapat kami?๐Ÿ˜›

7 comments so far

  1. Huang on

    oke.. saya terima, artinya saya bisa kembali menjadi teman๐Ÿ˜€

  2. echa on

    stranger โ€“ friend โ€“ best friend โ€“ friend โ€“ stranger, kk ngalamin bgt ini, setelah asing, kanalan..jadi teman, sahabat, trus lama g ktmu jadi teman, kmudian lama g kontak jadi org yg stengah asing (udh kenal, tapi udh g punya chemistry sbgai teman apalagi shbt) n trjadi ke lbh dari satu dua org, hohoho….

  3. Frillazeus on

    hehehe filosofi yang menarik๐Ÿ™‚

    satu yang pasti mikh, yang nemenin kamu sampe mati itu pasangan hidupmu, bukan sahabat, jadi jangan salah pilih prioritas๐Ÿ˜‰

    yang lain,
    saya kurang setuju sama siklus itu, ga harus selalu seperti itu, tergantung Tuhan sebenernya. ๐Ÿ™‚

    Tuhan pilih orang yang mana yang hadir di dalam hidupmu.
    Kek sekarang, dulu ada temen saya SMP, ngobrol aja jarang, sekarang, jadi tempat saya cerita dari cewe sampe mimpi-mimpi saya. Lebih lagi, dia tempat saya belajar juga.
    Rumahnya memang jadi satu komplek, tapi dia kerja di Jakarta, saya kuliah di Bandung.๐Ÿ™‚

    Bersyukur aja kalo Tuhan hadirkan seorang sahabat dalam hidupmu๐Ÿ˜€

  4. arman on

    mic typo tuh… yang pake bullet point, kok yang ketiga berkenalan? harusnya sahabat kan? :d

    iya bener tuh siklusnya…
    tapi ya ada juga kan yang siklus nya berhenti di sahabat… gak banyak emang.. tapi ada…๐Ÿ˜€

  5. debhoy on

    lalu hubungan antara kita apa Mik? prikitiew!
    ghhhahahahahahaha

  6. Asop on

    Ah, saya ga mau repot2 memikirkan filsafat.๐Ÿ˜€

  7. […] berbicara tentang pertemanan, gwe pun teringat dengan blog temen gwe, Mikha dan Josef. Mereka pernah menggambarkan siklus berikut pada blog mereka stranger โ€“ friend โ€“ best […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: