Wisata Ke Savannah: Hari Ke-3

Bagi yang baru membaca, saya persilahkan untuk membaca bagian sebelumnya supaya mengerti:

Sebelumnya, sedikit informasi bagi teman-teman, saya tidak merekomendasikan baterai biasa untuk kamera.

Jadi ceritanya begini, biasanya saya memakai baterai rechargeable untuk kamera digital saya. Pada wisata kali ini, supaya tidak repot membawa charger, saya membeli baterai berikut:

20 buah baterai ukuran AA, hanya seharga 4 US Dollar. Kalau dirupiahkan dengan kurs hari ini, sekitar 36175 Rupiah. Berarti, harga per baterai nya hanya sekitar 1810 Rupiah. Itulah sebabnya ini merupakan baterai favorit saya. Hanya saja, baterai ini “tidak bersahabat” bagi kamera digital. Baru dipakai memotret sekitar 10 kali, sudah langsung harus diganti. Wah, kalau begitu cepat sekali baterai nya habis?

Oleh karena itulah di hari ke-3 ini agak kurang banyak foto. Padahal saya jalan-jalan ke pantai. Tapi untunglah dedi bawa kamera nya sendiri, jadi saya ambil beberapa foto dari kamera dedi. (Sebenarnya, camcorder saya bisa difungsikan kamera, tapi males bawa yang agak besar ke pantai saat turun dari mobil).


Okey, cerita nya dimulai.

Bonita beserta ibunya, menginap di rumah Craig. Dia adalah anaknya Bonita. Sedangkan kami (saya, ortu, adik), menginap di hotel Marriot Springhill Suites. Mobil dia, ada pada kami (maksudnya, ditinggal di hotel).

Hari ini bangun agak siangan, karena melepas lelah perjalanan hari pertama dan hari kedua sebelumnya. Sarapan ada di hotel, namun cukup ramai. Mungkin karena memang lagi masa-masa liburan. Menu nya seperti biasa, ada sereal plus susu, roti, buah, dan tentu saja wafel. Wafel nya memiliki bentuk yang unik:

Di tengahnya ada huruf M, sesuai dengan logo hotel nya. Nah, tapi di tempat sarapannya, tidak ada microwave. Padahal saya, mami, dan adik memerlukannya untuk memanasi susu buat sereal (kami tidak bisa mengkonsumsi dingin). Jadi, saya bawakan susunya ke kamar untuk dihangati pada microwave di kamar.

Pukul 13.00, kami berangkat ke rumah Craig. Barulah terlihat dengan jelas kota Savannah. Menurut saya, Savannah mirip dengan Indonesia lho. Banyak pohon, segar, rumah-rumah berdekatan, dan temperaturnya juga. Sebagian foto-fotonya bisa dilihat di sini:

Dari rumah Craig, kami berangkat lagi ber-5. Bonita, dedi, mami, saya, dan adik. Ibu Bonita tidak ikut, di rumah Craig saja. Sedangkan Craig nya sendiri berangkat kerja. Kami menuju pantai, di Tybee Island, dengan jarak sekitar 30 menit dari tempat Craig. Dipandu oleh si GPS dan Bonita (karena Bonita pernah ke sini juga beberapa tahun lalu, sehingga dia masih ingat sedikit jalan-jalannya).

(A: Savannah, B: Tybee Island).

Setelah sampai, mencari parkir nya agak sulit. Yah, namanya juga pantai, lebih banyak pantai nya daripada tempat parkirnya. Beberapa kali berputar sampai ada mobil yang keluar, barulah kami langsung mencari restoran karena lapar menunggu parkir. Sebelum makan pun, sempat berfoto:

Nah, ini si adik bersama pelayannya.

Selesai makan, ke marina nya dahulu:

Harusnya di pantai, pakaiannya yang minimalis. Tapi, memang saya tidak kuat angin kencang, makanya pakai celana panjang plus sepatu. Seharusnya sih pakai jaket, tapi gengsi dong masa di pantai pakai jaket? hehehe.

Alhasil, kami tidak melakukan kegiatan “per-pantai-an”, melainkan hanya foto-foto saja:

Hayoo pada lihat apa tuh?

Foto-foto sekitar Tybee Island lainnya bisa dilihat pada:

Pulang dari pantai, kami mampir dahulu di grocery store untuk membeli bahan makan malam. Barulah menuju rumah Craig kembali, dan makan malam di situ. Craig mempunyai satu miniatur mesin uap mainan yang kecil, yang didemonstrasikan kepada kami (silakan lihat di sini: 410 – 419)

Kami kembali ke hotel, dan tidur. Sekian liputan hari ke-3, dan tunggu liputan hari-hari berikutnya. ๐Ÿ˜€

Iklan

12 comments so far

  1. sejenaksaja on

    uhuyy.. aku naksir pemandangan pantainya..

  2. mahesapandu on

    langitnya cerah bgt ya,, kayaknya kota ini sering buat seting film2…

  3. cryboy on

    pemandangannya bagus jg., kayanya udaranya sejuk., jd pengen k pantai.. .

  4. uliana on

    Mama baru lihat foto 410-419…pasti Babang dan Ade melotot lihat mainan ini khan….?lucu dan kesannya kuno….
    Untunglah Babang menyertakan foto2 juga pada halaman ini…jadi Mama bisa lihat para peserta tour min Mamanya Bonita…foto2 lain baru akan Mama buka kalau lagi bersama Oma….biar seru….

  5. uliana on

    O ya….wafel dan hotelnya asyiiik,juga pemandangannya…

  6. uliana on

    Mama sudah lihat foto2nya bersama Oma….Iya ya Bang….asyiiiik sekali lho foto2nya….Mama juga melihat ada beberapa foto yang pemandangannya kayak di Indonesia,misalnya no 379,384 dan 386,persis spt di Rumbai camp.

  7. arman on

    liburan emang selalu mengasikkan ya… ๐Ÿ™‚

  8. tante sherly on

    wah…kalo tante sih jd terkenang jalan2 kita ke st.louis karena lihat kaos st.louis yg dipakai babang dipantai ๐Ÿ™‚

    kayanya kota savananah agak mirip (dikit) dgn bandung dan bogor ya,banyak pohon besar2 ๐Ÿ™‚

  9. […] Wisata ke Savannah: Hari Ke-3 […]

  10. […] Wisata ke Savannah: Hari Ke-3 […]

  11. […] Wisata ke Savannah: Hari Ke-3 […]

  12. […] Wisata ke Savannah: Hari Ke-3 […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: