(3 Post sekaligus): Tanggapan 4 temperamen Dasar; Blogwalking; Video Lucu Sidang DPR

1. Tanggapan atas komentar teman-teman pada posting 4 Temperamen Dasar

Saya tidak menyangka bahwa posting saya pada 4 Temperamen Dasar Manusia mendapat banyak komentar dari teman-teman pengunjung sekalian. Padahal, saya sengaja memasukkan gambar itu hanya untuk menjelaskan 4 temperamen itu kepada teman saya yang bernama Huang (soalnya, saya malas kirim via E-Mail hehehe).

Sebelum menjawab komentar dan pertanyaan, saya mau membuat klarifikasi dulu

Apabila teman-teman memang berminat untuk mengetahui lebih dalam mengenai 4 temperamen dasar manusia ini, saya SANGAT MEREKOMENDASIKAN anda membeli bukunya langsung (buku apa saja yang menjelaskan 4 temperamen dasar manusia). Alasannya:

  • Penjelasan dari internet belum ada yang komplit dan detail.
  • Saya bukan ahli psikologi. Tapi, saya memang terkadang senang membaca buku-buku psikologi. Sehingga, sebelumnya saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penjelasan saya.

Oke, sekarang saatnya jawab komentar-komentar teman-teman pada posting tersebut:

1. Tanya:
– kmu yg mana de?hayoooo ngaku2
– Yuk kita sama-sama tanya yuuuuk… Mike termasuk yang mana neeeeh…???

Jawab: Temperamen saya PhlegmatisSanguin
Artinya adalah, temperamen dominan saya Phlegmatis, sekunder saya Sanguin.

2. Tanya: kenapa koleris dan melankolis digambarkan sebagai face yang cemberut?
Jawab: Gambar wajah itu adalah emoticons temperament humour yang saya ambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Four_Temperaments

3. Tanya:
– kalo keempat tempramen itu kita miliki gimana….stabil atau unstabil…????
– Apa pada setiap orang ke empat-empatnya adg gitu ya?
– Bisa ga sih satu orang punya lebih dari satu temperamen dasar????

Jawab: ada 3 versi yang saya dapatkan dari buku maupun dari teman saya yang kuliah psikologi:

  • Versi 1: Sebenarnya manusia itu temperamennya selalu berubah-ubah, tergantung situasi, kondisi, lingkungan, dan kebutuhan.
  • Versi 2: Kalau dilatih dengan intensif, kita bisa memiliki keempat temperamen itu dengan posisi yang seimbang
  • Versi 3 (yang paling populer): Manusia memiliki keempat temperamen tersebut. Hanya saja, biasanya hanya 2 yang menonkol. Sebagai contoh, diri saya sendiri:
    • Temperamen saya diurutkan: PhlegmatisSanguinKolerikMelankolis
    • Yang menonjol: PhlegmatisSanguin
    • Phlegmatis disebut yang dominan, sedangkan Sanguin yang sekunder

Berdasarkan versi 3 tersebut, maka akan ada 12 kombinasi temperamen:

  • SanguinKolerik
  • SanguinMelankolis
  • SanguinPhlegmatis
  • KolerikSanguin
  • KolerikMelankolis
  • KolerikPhlegmatis
  • MelankolisSanguin
  • MelankolisKolerik
  • MelankolisPhlegmatis
  • PhlegmatisSanguin
  • PhlegmatisKolerik
  • Phlegmatis Melankolis

(dengan susunan dominansekunder)

4. Tanya: oiya, kalo bisa dijabarin dunk mas biar yang baca juga ngerti maksud dari gambar tersebut……
Jawab: oke, ini saya jabarkan sebagai berikut. Tapi sekali lagi, mohon maaf apabila ada kesalahan.

Perbedaan 4 Temperamen Dasar Manusia

1. Saat Makan
Sanguin: Makan sangat banyak, sangat cepat, bersendawa, sambil ngobrol, sambil angkat kaki
Kolerik: Makan secepat mungkin tanpa basa-basi
Melankolis: Makan sangat lambat sekali, diteliti, dan dinikmati. Komposisi harus sesuai (lauk sekian banyaknya, nasi sekian banyaknya, sayur sekian banyaknya), memperhatikan resep (kalau-kalau ada pantangan), setiap suap harus dikunyah 20 kali, dan paling banyak berkomentar soal rasa.
Phlegmatis: Makan seadanya saja dengan tenang dan menikmati.

2. Saat Mengendarai mobil
Sanguin: Tergantung mood. Kadang sangat kencang, Kadang sangat lambat. Dan tidak punya perencanaan yang baik sebelum mengemudi
Kolerik: Harus secepatnya sampai tujuan, berani untuk menyalip, dan sering membunyikan klakson
Melankolis: Sangat teliti dan perhitungan, terkadang terlalu lambat. Tapi, karena ada perencanaan yang baik, tidak akan tersesat dan tidak akan terlambat sampai tujuan.
Phlegmatis: Pengemudi defensif. Selalu mematuhi rambu-rambu lalulintas, dan mengalah saat di jalan.

3. Saat Presentasi di depan umum
Sanguin: Banyak ekspresi, gerakan tubuh, dan banyak humor. Bisa menggugah dan membawa penonton ikut serta. Terkadang, presentasi juga bisa bertele-tele.
Kolerik: Singkat, jelas, padat, to the point. Orientasi pada data dan fakta
Melankolis: Poin demi poin dijabarkan dengan teliti sekali. Terkadang bisa membosankan.
Phlegmatis: Sederhana, apa adanya, dan malu-malu

4. Saat Bermain Musik di Panggung
Sanguin:  Ekspresinya keluar, seperti jingkrak-jingkrak, nangis, teriak, serta pandai memainkan bahasa tubuh.
Kolerik: Yang penting main sebaik-baiknya, beres, pulang
Melankolis: Bermain dengan teliti. Not demi not diperhatikan. Pokoknya harus sempurna. Dan, perasaan dipakai sedalam-dalamnya untuk masuk kepada musik.
Phlegmatis: agak malu-malu dalam main di depan umum. Lebih menikmati menjadi pendengar saja.

5. Saat Memelihara Kebun
Sanguin: Sudah mempersiapkan alat-alat. Tapi, main internet dulu ah! Besok-besok saja berkebunnya
Kolerik: Tidak suka berkebun, tapi tidak mau juga kalau kebunnya berantakan. Jadi, dibereskan secepat mungkin.
Melankolis: Senang sekali dengan berkebun. Sehingga, sangat teliti dalam merawat dan menata setiap tanaman
Phlegmatis: Senang dengan keindahan, tapi malas berkebun, lebih baik tanam kaktus warna-warni saja.

6. Saat Menjadi Pemimpin
Sanguin: Pandai memotivasi bawahan-bawahannya sehingga semuanya aktif dan bergairah. Namun, sering ngaret dalam rapat atau perjanjian, dan dalam mengerjakan tugas yang berdeadline.
Kolerik: Semuanya terencana, terstruktur, to the point, dan berani ambil resiko. Pokoknya, harus berjalan dan berhasil.
Melankolis: Banyak analisis mendetail dan teliti pada tiap-tiap pilihan yang hendak diambil, dan banyak kekhawatirannya.
Phlegmatis: Tradisional, tidak banyak perubahan, yang penting jalan sebagaimana adanya. Disukai dengan bawahan karena tidak galak.

7. Saat Curhat Mengeluh
Sanguin: Dengan ekspresi yang berlebih-lebihan, dan banyak bicaranya. Dan, tidak segan-segan bercerita/curhat ke siapapun mengenai keluhannya.
Kolerik: Jarang mengeluh dan jarang curhat.
Melankolis: Adalah yang paling jago soal mengeluh, karena memang jarang sekali bisa puas, dan bermental sensitif. Segala hal dikeluhkan dan diomelkan. Dan keluhan yang sama bisa saja diulang-ulang terus-terusan. Dan sering menangis.
Phlegmatis: Lebih senang disimpan di dalam hati. Hanya mau curhat kepada orang-orang yang benar-benar dipercaya

8. Saat Orang Lain Curhat kepada Mereka:
Sanguin: Mengeluarkan 1001 cara motivasi, humor, semangat, untuk membangkitkan kembali keadaan orang yang curhat kepadanya. Bahkan, lebih banyak si Sanguin berbicara daripada yang curhat.
Kolerik: Menganalisis tiap curhat yang diterima, dan langsung berusaha mencari solusinya (solution-oriented)
Melankolis: Ikut hanyut terbawa emosi dan perasaan orang lain yang curhat itu. Paling gampang untuk simpatik dan empatik kepada yang curhat.
Phlegmatis: Adalah pendengar yang paling baik. Mendengarkan detail orang lain yang curhat tanpa memotong-motong pembicaraannya, dan menawarkan hiburan.

9. Olahraga Favorit
Sanguin: Suka dengan olahraga team/grup, seperti sepakbola atau basket. Dan memiliki kecendrungan menikmati olahraga sebagai hobi, bukan dalam kompetisi.
Kolerik: Suka dengan olahraga individual dan masuk ke dalam kompetisi. Seperti lomba lari, lomba renang, bertinju, lomba balap, dll.
Melankolis: Senang dengan olahraga yang tidak banyak memakai fisik, tapi otak. Seperti catur dan kartu.
Phlegmatis: Senang dengan olahraga yang santai, seperti naik sepeda.

Oke sekian penjelasan saya. Pendapat dan masukkan tambahan tentu saya persilakan, karena saya juga masih belajar 😀


2. Blogwalking


Saya mohon maaf (dari tadi kok mohon maaf melulu ya???? 😆 😆 😆 ) karena beberapa hal:

  • Membuat posting ini (haha, alasan doang ini mah weee 😛 )
  • Saya terkena demam. Sudah minum obat, tapi tubuh masih lemas
  • Besok pagi, saya ke RS di Chicago. Bukan karena saya demam, tapi memang Check-Up rutin. Bagi yang belum tahu seperti apa RS saya, keren lho! Seperti hotel (pamer mode: on 😛 ). Silakan lihat pada posting ini: Jalan-Jalan ke NMH
  • Ada proyek blog saya yang lain. Tapi rahasia ah 😛

Sehingga, mohon dimaklumi kalau saya belum sempat blogwalking saja. Besok-besok, pasti saya tuntaskan deh


3. Video Lucu Sidang DPR

Sekali lagi mohon maaf (maaf lagi maaf lagi hahahaha 😛 ), saya tidak ada maksud menghina DPR Indonesia.  Tapi, JUJUR saya benar-benar terhibur dan tertawa melihat sidang berikut ini:

Saya suka dengan sidang begini. Karena, biasanya perpolitikan itu ribet dan membosankan. Tapi, kali ini benar-benar cerita. Terimakasih untuk humornya ya Yth. DPR Indonesia 😆 😆 😆 😆  😆

Iklan

22 comments so far

  1. sejenaksaja on

    aku komen dulu sebelum baca

    * salut dah sama Mikha, sempet mau posting baru walau sedang sakit

    semoga lekas sembuh .. 😉

  2. peri01 on

    mikha lagi sakit yah???
    cepet sembuh yah mikha
    salut deh yar sakit tetep bisa posting
    semangat mikha

  3. satya on

    dpr tuh selalu ngebuat kelucuan

  4. richo on

    salam kenal dulu yak….. ayo maen tempatku

  5. Sugeng on

    Berkunjung pada sahabat di tengah kesibukan sehari2, 😆 . maaf mikha baru sempat mampir nih, gag pap kan. aku cuma mau komeng yang terkahir aja tentang sidang yang sangat menghambur2kan uang ditengah belitan utang 😦 tapi yang jelas tingkah pola para wakil rakyat yang perlente itu tak ubahnya rapat (sangkep : bahasa bali) di banjar. saling celometan dan ada yang di pojok bisa nya ngomong “Huuuuuuu……..” sambil ngupil serty garuk2 :mrgreen:

  6. kakcipa on

    wes 3 posting….
    kak, liat jawabanku ya yang panjang :
    http://kakcipa.blogspot.com/2010/03/perayaan-yang-boleh-tidak.html#comments

  7. hilda widyastuti on

    semoga cepat sembuh ya

  8. arman on

    1. gua paling gak ngerti tentang pengkotak2an temperamen ini. kalo dari yang dibaca dari contoh2 yang lu kasih, rasanya gua ada 4 4 nya ya. hahaha. jadi gua setuju tuh ama versi 1 kalo temperamen orang itu berubah tergantung sikon ya. ya mungkin ada yang lebih dominan, tapi kayaknya sih 4 4 nya pasti ada ya.

    2. semoga cepet sembuh yaaaa!!!

    3. thanks banget buat videonya! gua dari kemaren ini penasaran kayak apa sih sidangnya soalnya kok rame banget di twitter. hahaha. ternyata bener2 kayak banyolan aja. ini dpr apa pelawak sih? malu2in banget ya…. masa wakil rakyat kok begitu. persis anak kecil. padahal mereka digaji gede tuh! bahkan ikut sidang pun dibayar. duitnya dari mana? ya dari rakyat… sementara banyak rakyat yang masih sangat miskin, ini malah duit rakyat dihambur2 buat becandaan. keterlaluan baget rasanya. gua rasanya bersyukur udah gak kerja di indo lagi. bisa nyesek kalo mikir duit dipotong pajak cuma buat ngebayarin para pelawak yang ngaku2 jadi wakil rakyat itu…

  9. echa on

    kayanya stelah mmbca pnjelasan kk sbenernya melankolis kolerik, heheh…melannya so pasti, tpi sekundernya yg suka bingung..
    Chicagoooo,Illinoisss… pgn kesana keWheaton (msh pengen ajaaa..) 😀
    cpt smbuh Mikh..
    have a great day dek!

  10. dayu on

    mikha,
    jangan sakit lagi yah.

    kabari aku.

    luv,
    d

  11. U-marr on

    3 postingan langsung nih dimasukin. hebat. 😀
    n’ videonya lucu, ada-ada aja yah tuh kelakuan para anggota dpr, ko ribut di DPr sih, klo mau ribut di ring Smack Down aja 😀

  12. dykapede on

    Katanya salah seorang teman yang baru saya kenal, sanguin itu ada dalam diri saya. Tapi setelah membaca dari 4 perbedaan sifat dan temperamen manusia itu jadi tahu karakter pribadi sendiri 😀

  13. dykapede on

    Izin kopas ya saya untuk belajar, makasih, salam D3pd…

  14. deady on

    saya phlegmatis sanguinis
    ga jelas deh kapan saja di antara mereka yang gantian mendominasi

  15. antokoe on

    saya ikut @dykapede, mau copas posting ini terutama tentang temparamen dasar

  16. hanif IM on

    seperti tes psikologi begitu? hm… bagus tuh buat namabh ilmu, biar lebih mengenal diri sendiri.

  17. Huang on

    Eh ada nama saya disebut (lol)

    btw, soal buku yang kamu rekomendasiin saya udah cari di toko buku tapi memang di Palembang nggak ada penerbit tersebut. Saya udah pesan online tapi statusnya masih pending.

    soal kamu sakit… yaaaa cepet sembuh dan kompres kepala pake es.

  18. Widi Adiana on

    Untuk 1 : Mengerti Pak Guruuuuuuuuu….
    Untuk 2 : Bagi-bagi dong proyeknya……… hahahahaaa…
    Untuk 3 : DPR untuk rakyat, menghiburpun untuk rakyat 🙂

  19. tante sherly on

    menurut babang,tante masuk kategori mana 🙂

    yak ampun….itu anggota DPR atau anggota SRIMULAT ya 😀

  20. ghe on

    nah asek kalo gini kan jelas mas…..hmmm setelah saya pikirkan memang setiap orang memiliki sifat yang berbeda dan seperti yang mas ravi singgung di awal bahwa setiap orang akan memiliki sifat yang tergantung mood dan itu saya akui bahwa say juga orang yang demikian namun perlu digaris bawahi jika orang seperti itu bukan orang yang plin plan….
    mmmm btw mav ne mass sebelumnya nama buku yang mas baca apa ya? karena saya juga sedang mencari tahu cara agar mood bisa terkendali dan menjadi alam bawah sadar…..

  21. linda sianipar on

    huwaa.. duluu aq punya buku ngebahas soal temperamen itu, tapi dipinjem temen, dan sampai dengan saat sekarang juga detik ini belum kembali 😦 (lho.. kok malah curhat.. hahaha)

    jadi direfresh lagi, abis baca postingan ini, memang di buku itu cukup dibahas dengan detail, malah ada test nya lagi. Kalau nda salah judul bukunya “Temperamen dan Karunia Rohani” pengarangnya Tim Lahaye.

    Oke lah kalau begitu..
    Oiya.. cepet sembuhh! ^^

  22. mikha_v on

    @sejenaksaja, Peri01, Hilda Widyastuti: thanks 😀

    @satya: tapi, saya baru lihat yang model begini 😀

    @Richo: sama2 😀

    @Sugeng: nah lho, jangan2 mas juga suka begitu ya? 😆

    @kakcipa: sudah dilihat, terimakasih 😀

    @arman:
    1. Saya juga kenal dengan beberapa orang yang punya keempatnya alias susah ditebak hahaha. Berarti anda termasuk orang2 yang langka tersebut 😛

    2. Makasih 😀

    @ka Echa: ayo datang kemari 😀

    @tante dayu: yuhuu 😛

    @U-marr: Smack Down, Raw, WWF 😛

    @dykapede: Silakan copas, tapi ada bagusnya kalo anda bisa baca baca buku juga, biar tambah pengetahuan. Soalnya yang saya jelaskan masih “kulit luar”nya saja.

    @hanif IM: bisa dibilang begitu

    @Huang: Wah kompresi kepala pake es, metode semenjak zaman dulu tuh haha 😀

    @kang Widi: betulll…menghiburpun untuk rakyat 😀

    @tante: Mungkin yang rapat itu bukan anggota DPR, melainkan “stun-man” dari Srimulat 😀

    @ghe: ya tentu bukan orang yang plin plan hehe. Yah…kalo persoalan buku mungkin bisa tanya ke temen2 yang kuliah di psikologi?

    @Linda: aQ juga belum mengembalikan buku yang kupinjem itu (di indo sih). Habis lupa punya siapa 😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: