Perbedaan Dasar Stop Kontak Indonesia dengan USA

Teman-teman pasti tahu dong apa itu “stop kontak” (keterlaluan deh kalau sampai tidak tahu hahaha). Sebagian orang menyebutnya colokan atau steker listrik. Fungsinya sudah jelas menjadi tempat untuk mencolok peralatan listrik.

Hanya saja, stop kontak di tiap negara itu tidak semua sama. Dalam posting kali ini, saya akan bahas perbedaan  dasar stop kontak Indonesia dan USA.

Indonesia, pada umumnya memiliki stop kontak sesuai foto berikut:

Sedangkan kalau di USA, stop kontak nya pada umumnya seperti ini:


Nah perbedaan secara mendetail, sebagai berikut

1. Yang Indonesia:

  • A, B: Colokannya, dengan beda potensial (tegangan) 220 Volt (tidak terpolarisasi)
  • C: Grounding (ke tanah)
  • Frekuensi: 50 HZ

Yang USA:

  • A dan B adalah colokan listriknya (terpolarisasi)
  • A: 110 Volt
  • B: 0 Volt (tapi tetap ada arus)
  • C: Grounding (tanah)
  • Frekuensi: 60 HZ

Itu saja, kalau ada kesalahan tolong beritahu ya :D

About these ads

13 comments so far

  1. dayu on

    nggak mudheng …

    namanya colokan aku hindari, trauma pernah terbang gara2 kesetrum *wondering apa karena itu ya aku agak2 kurang …*

    wkwkwwk …

    d

    • mikha_v on

      saya pernah pingsan gara2 kesetrum dan pernah mencolokkan paku (sengaja) ke stop kontak :lol:

  2. sunarto1982 on

    diMalaysia juga lain mas.sistim keselamatannya lbh terjamin dibanding Indonesia

    • mikha_v on

      kalo untuk keamanan sih ngga perlu repot-repot ke negara lain, tinggal pasang GFCI (jangan bilang ngga tahu! :D )

  3. Widi Adiana on

    Yang rada repot kalo kita punya barang elektronik dari luar Indonesia, ga bisa dicolokin langsung, harus pake converter dulu yang sesuai. Untungnya masih banyak yang jual, ruginya harus keluar uang lagi…. Indonesia oooh Indonesia…

    • mikha_v on

      yah ngga juga sih mas, karena kebanyakan adaptor itu dibuat universal.

      110-220 Volt, 50-60 HZ. Yang repot, kalo ngga universal. Harus cari Trafo dulu hehehe. Dan trafo pun hanya mengkonversi tegangan, bukan frekuensi.

      Anyway, Indonesia itu justru meniru tegangan jepang dan eropa lho (cmiiw)

  4. hilda on

    apa keuntungan dan kerugian masing2 stop kontak? stop kontak di Jepang mirip2 dengan stop kontak di USA, hanya saja tdk ada bagian C-nya

    • mikha_v on

      keuntungan stop kontak indonesia: bisa dibolak-balik stekernya, karena simetris atas bawah

      Kerugian stop kontak indonesia: ini sebenarnya lebih kepada kerugian dari PLN nya sih, yaitu tidak terpolarisasi. Mengapa rugi kalo tidak terpolarisasi? well..kalo ingin penjelasan lebih lanjut, bisa saya jelaskan segampang2nya :P

      Keuntungan stop kontak USA: kebalikan dari yang saya sebut di atas :P

  5. yak on

    ooooh, maksud bedanya apa ya?? ga ngerti..

    • mikha_v on

      dari bentuknya saja beda :lol:

  6. tante sherly on

    nah,jd ingat juga di changi beli 2 buah converter sebelum mendarat di chicago…berguna banget buat nge charge digital camera nepi ka ayeuna :)

  7. ricky on

    btw di indonesia belinya dimana? kebetulan saya di bandung. mo ke US nih soalnya….
    pas beli bilang konverter aja atau colokan buat di US? kalo tegangan adaptor laptop saya 100-220 V dan frekuensi 50-60 Hz jadi aman lah. ..

    • mikha_v on

      Kalau persoalan tegangan sudah aman. Yang harus dibeli adalah “plug” supaya bisa tercolok ke colokan USA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: