Sebutir Nasi

Pernah tidak terbayang, kalau seandainya sehabis makan, kita hanya menyisakan satu butir nasi yang tidak dimakan? Photobucket

Anggaplah kita mulai makan nasi sejak umur 5 tahun, dan meninggal di usia 70 tahun. Sehari, dua kali makan nasi, yaitu pada makan siang dan makan malam. Maka, total butir nasi yang kita buang selama hidup adalah:

(70-5) x 2 x 365 = 47450 butir! Photobucket

Lumayan banyak kan angkanya? Oleh karena itu, “take what you want, and eat what you take” (ambillah yang anda ingini, dan makanlah yang anda ambil). Photobucket

Iklan

23 comments so far

  1. echa on

    duuu jd g enak nih, kk smpe umur sgini msh suka g hbs klo makan 😦 hrs blajar utk β€œtake what you want, and eat what you take” hrus bs ngukur kmampuan perut emang πŸ˜€

    • mikha_v on

      yah sebenarnya ada beberapa trik untuk meningkatkan kapasitas makan. Seperti pakai sambel atau sedikit cabe. Walaupun hampir kenyang, tapi karena sangking kepedesan, pasti mau makan lagi dan lagi..hahaha πŸ˜€

  2. Yudhistira on

    hahah, sering kejadian saat makan di all you can eat restaurant πŸ˜€

    • mikha_v on

      ya itulah..kalo di sini, istilah all you can eat = buffet. Sayangnya, buffet2 di sini ngga kasih denda, kalo ada yang ngga habis. Kalo di indo kan dikasih denda.

  3. Huang on

    oh aku kira kamu mau lanjutin artikel, soalnya artikel yg tentang butir nasi aku juga pernah baca mas πŸ™‚

    btw, udah lama juga aku gak makan di buffet.. hehe..

    • mikha_v on

      masa sih? di mana? πŸ˜€
      Yah padahal ini murni pemikiran sendiri..ha ha ha πŸ˜€

  4. yugie on

    wah, bener tuh. Sayang banget kalo ngambil nasi banyak2 ujung2nya malah jadi hiasan teman makan, heheheh

    http://yugie.wordpress.com
    Eh, tukeran link donk mas mikha,, πŸ™‚

    • mikha_v on

      oke sudah dipasang πŸ˜€

      • yugie on

        SIp, thx brow! Keep blogging! πŸ™‚

      • mikha_v on

        samasama/ πŸ˜€

  5. uliana on

    Mama setuju Bang….
    Jadi kayak kata2 mutiara :take what you want and eat what you take…

  6. uliana on

    Mama setuju Bang….
    Jadi kayak kata2 mutiara :”take what you want and eat what you take…”

  7. ferdi isnanda on

    yoi setuju mik…
    makanya jangan suka buang-buang air juga

  8. Teguh Aditya on

    makasih ya dah kasih tau.. sekarang blog aku dah bisa di komentarin lagi…

  9. tante sherly on

    Kadang suka lapar mata jd lupa dgn kemampuan daya tampung perut 😦
    Jg suka tidak empati thdp saudara2 kita yg tidak mampu utk membeli makanan,kelaparan 😦

  10. dezmon on

    Pas nonton berita kmrn siang tentang global warming dan multiflier effectnya, salah satu tips untuk menyelamatkan lingkungan adalah dengan menghabiskan makanan kita, agar sisa makanan tidak menjadi sampah.
    Di kota2 besar seperti Bdg terdapat ratusan hotel yang katanya setiap hari “susah” membuang sampah (umumnya nasi) sisa makanan hotel.
    Bgmn lagi tuh hitungan matematisnya ?????:p
    Berapa butir nasi yang terbuang??

    • mikha_v on

      susah? apa sistem managemen sampah di bandung sudah bagus atau belum ya? Yah tapi gimanapun tetap sayang sih kalo makanan dibuang-buang. Hitungan matematisnya? well…harus cari dulu data rata-rata pengunjung per hari πŸ˜€

  11. yugie on

    Masih belum mik, kalo aku liat (tinggal di Bandung sih, hehehe)masih berantakan banget kalo aku liat.

    http://yugie.wordpress.com

    • mikha_v on

      yah, memang walikota satu ini (apa masih pak D. R. ?) tidak tahu merawat lingkungan. Pengelolaan sampah tak beres, terus beberapa areal pohon ditebang demi perluasan jalan.

      • dezmon on

        Untuk Lingkungan pak Wali sudah lumayan sekarang. Cuma masih pada bbrp titik kota Bandung. Tapi untk masalah pluralisme dan kebebasan beragama, jangan diragukan lagi. Beliau sepertinya memprioritaskan kerukunan beragama dulu yang sejak tahun 2003 hingga sekarang sering tejadi benturan antar umat beragama. 10 Desember lalu pak Wali menanam pohn di GKI MY. Ini ada resumenya http://desmon-dss.blogspot.com/2009/11/lebih-baik-ber-tuhan-daripada-beragama.html

      • yugie on

        Masih ama D. R Mik, Di samping penanaman pohon, maish ada juga penebangan pohonnya. Apalagi di sekitar ITB situ sering liat, mudah2an sih bukan untuk bikin meja2 gt, banyak kan di pasar dkt ITB situ yg jualan meja. hehehhe πŸ™‚

  12. princess on

    jadi ingat, waktu saya makan sama adik saya dan ada sisanya. Adik saya bilang gini “Ayo kak, habiskan. Itu masih sisa 1000 rupiah.”
    Memang seharusnya begitu, makan secukupnya, jangan sampai berlebih dan terbuang. Kan sayang, semsentara masih banyak orang yang kelaparan.

    • mikha_v on

      wah adiknya kreatif juga ya πŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: