EST VS “EST”

1. EST yang pertama merupakan singkatan dari ‘Eastern Standard Time‘, yang merupakan salah satu zona waktu di USA sebelah timur. Daerah tempat saya tinggal sekarang juga berada dalam zona waktu ini.

EST2

2. “EST” yang kedua merupakan singkatan dari “Endonesia Stretched Time“, atau biasa disebut dengan “jam karet”. Photobucket

jamkaret

Bagi yang belum tahu apa maksud dari ungkapan jam karet, ini penjelasannya:

“One of the agricultural commodities, which made Indonesia world-famous, is high-quality natural rubber. Unfortunately, the unpunctual nature of the Indonesian people is compared with the elasticity of rubber and often satirized (and described) as the “rubber time” habit.

The catch phrase of a “Coca Cola” advertisement coincidentally explains what “rubber time” is: we can meet wherever, whenever, and whoever. Nowadays, because Indonesian people are so commonly late or act according to “rubber time,” people are not ashamed to be late any more. Being late becomes nothing more than the subject of jokes like, “Uh, it’s normal, we behave according to rubber time. It’s understandable because there’s a traffic jam, the house is far and it’s raining again.” These are common excuses of people who come late to meetings. When…”

(baca lanjutannya di sini)

Ini adalah salah satu jokes dari teman Indonesia saya yang tinggal di sini. Dia sudah serukan agar para jemaat Indonesia datang di rumah sakit pukul 19.00 EST untuk merayakan ulang tahun tante Wina yang diopname (liputannya akan saya posting setelah ini). Dan, bisa ditebak, hampir semuanya datang 19.00 “EST” alias 30-45 menit telat Photobucket (jangan-jangan termasuk saya? Photobucket )

Iklan

8 comments so far

  1. uliana on

    Wah…bingung kasih koment nya…soalnya sudah membudaya sih….bikin jengkel saja bagi yang suka tepat waktu…

    • mikha_v on

      Sampai-sampai pernah ada iklan: “kalo yang lain ngaret, kenapa saya mesti tepat waktu? tanya kenapa?”

  2. Wijoyo Simanjuntak on

    hahaha…kok bs jd stereotipe gtu ya? apakah smua WNI berlaku demikian?

    kasihan sekali bangsaku…

    • mikha_v on

      apakah semua WNI berlaku demikian? ya tentu saja tak bisa digeneralisasi sih. Tapi memang mayoritas begitu, sekalipun di USA. Ngaret 30 menit – 2 jam sudah biasa 😀

  3. tante sherly on

    Budaya di indonesia tetap dibawa kemanapun mrk pergi…
    Sulit sepertinya untuk merubah kebiasaan spy sesuai dgn budaya setempat,pdhal penyesuaian ini ber efek positif kok 🙂

  4. intan on

    Bagaimana dengan “Endia Standard Time”?

  5. uliana on

    Maksudnya India?wah…lebih parah lagi itu mah…he…he…

  6. Asop on

    Huahahahaha…. 😆
    Tuh bener kan, jangan sampe nanti saya memalukan nama Indonesia deh, kalo semisal saya di luar negeri. 🙂
    Harus dibiasakan tepat waktu selalu nih. Ironis ya, katanya negara yang lebih dekat ke garis khatulistiwa itu lebih ngaret dibandingkan dengan negara yang menjauhi garis khatulistiwa. 😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: