Berkunjung ke rumah Bu Laura

Bu Laura adalah teman dari Bonita. Kebetulan, mami saya bertemu dia pada saat di rumah Bonita. Setelah berbicara panjang lebar, ternyata hot tub (jacuzzi) nya dia mengalami kerusakan. Dia minta tolong kepada dedi saya untuk memeriksa siapa tahu ada kesalahan instalasi listriknya.

Setelah diperiksa, memang ada sedikit kerusakan (apa ya? lupa Photobucket). Dedi akan kembali pada hari berikutnya setelah membeli peralatan yang diperlukan. Nah, ternyata Bu Laura ini adalah seorang penyanyi dan pemusik sekalgius guru musik di sebuah Elementary School (Sekolah Dasar) Photobucket. Jadi, dia meminta supaya dedi membawa saya di hari berikutnya.

Dalam kebudayaan USA, panggilan “Bu”, “Tante”, dan “Mbak” kepada orang lain yang bukan keluarga kita, bukanlah merupakan hal yang umum. Oran-orang di sini sudah terbiasa dengan “You” dan “I” saja. Tapi tak apalah saya memberikan “Bu” untuk panggilan Laura ini dalam posting saya kali ini Photobucket.

Hari Rabu kemarin, saya ikut ke rumah dia. Wah, saya dan Bu Laura benar-benar “bersenang-senang” bersama-sama memainkan beberapa lagu-lagu rohani, baik yang hymnal (dengan aransemen blues-jazz) maupun yang kontemporer Photobucket. Dan yang tidak kalah serunya, saya mendapat kesempatan mencoba beberapa alat musiknya:

116_2310

Ini adalah kecapi tentunya. Tidak terlalu susah memainkannya lho Photobucket, kecuali untuk memainkan melodi berkecepatan tinggi, jelas perlu banyak latihan. Tangga nadanya sudah di-set di C. Apabila dilihat lebih dekat, senar bernada C diberi warna hitam, F warna biru, G warna merah (kalau tidak salah begitu ya). Jika ingin bermain pada tangga nada lain, maka nada-nada pada senar bisa diganti-ganti dengan menggunakan tuas yang ada di atas.

116_2308

Yang ini adalah upright bass (bisa juga disebut double bass, standup bass, acoustic bass, contrabass, contrabass violin, bass violin, bass fiddle, bull fiddle, banyak yah istilahnya? Photobucket). Pertama kali saya mencoba bass model ini adalah pada saat SMA (iseng-iseng pinjem bass nya KPA). Bass nya tidak punya fret. Sehingga, untuk mengira-ngira nadanya, harus memakai feeling. Begitu juga dengan senarnya yang bikin jari sakit. Tapi, bass nya Bu Laura ini memiliki senar yang halus dan licin, sehingga enak memainkannya. Photobucket

116_2301

Satu lagi adalah alat musik yang biru ini. Saya baru pertama kali melihat bass yang model ini. Merknya Fender. Bentuknya mirip mainan, apalagi karena ukurannya kecil dan sangat ringan. Tapi jangan salah, harganya 300 dollar. Photobucket

116_2303

Senarnya unik karena seperti plastik (atau nilon?), tidak tegang, dan lembut. Sehingga, nyaman untuk jari.

116_2304

Fret-nya tidak menonjol, melainkan hanya gambar garis saja.

116_2305

Bridge-nya juga sangat sederhana. Sayangnya, batrenya sudah habis. Sehingga, tidak bisa saya coba. Saya penasaran dengan suaranya. Kata Bu Laura, bass model ini adalah “versi kecilnya” upright bass. Nah, yang tidak kalah menarik, di label belakangnya (tidak saya foto) tertulis “crafted in Indonesia” Photobucket. Hahaha..orang bule saja pakai “produk” Indonesia lho! Photobucket

Bu Laura juga akan menjadi guru kursus piano untuk adik saya, dan guru kursus biola untuk saya juga (bahkan, katanya dia mau memberi saya biolanya Photobucket! Tapi tunggu diperbaiki dulu). Wah, benar-benar Puji Tuhan deh! Yang penting, akhirnya saya mendapatkan “partner” bermusik yang tempat tinggalnya dekat. Photobucket

Iklan

7 comments so far

  1. antokoe™ on

    wah ditunggu karyanya nih..

  2. ciput mardianto on

    tukang nge-bass rupanya!

    • mikha_v on

      Ngga juga sih. Saya basic nya di piano & keyboard 😀

  3. tante sherly on

    Asik banget sih liputannya 🙂
    Benar2 serasa menemukan harta karun dirumah bu laura ya 🙂
    Ada bermacam2 alat musik plus guru musiknya jg 🙂
    Nanti kalo kesana,ajak main kerumahnya ya…

  4. echa on

    wow km suka musik & bs main bbrapa alat musik yach,keren.. 🙂
    drumahku ada piano n gitar, tp gbs mainnya 😀
    aku cuma pnikmat musik aja…

  5. uliana on

    Bang…gitar Babang di rumah KBP juga nganggur….pernah dimainkan oleh salah seorang jemaat GMI,tapi menurutnya harus diganti dulu senarnya karena sudah gak bagus katanya….wah….Mama gak tahu caranya tuh…
    Mama jadi kangen pingin dengar Babang main musik….

  6. […] mungkin masih ingat Bu Laura? Saya beberapa kali bermain musik bersama ke rumahnya (bisa KLIK DI SINI apabila ingin membaca postingnya). Sekarang, tiap hari Selasa, saya diminta untuk membantu dia […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: