Takut di-suntik?

(foto diambil dari sini)

Membaca sebuah postingan blog di sini, saya juga ingin membagikan kehidupan saya bersama suntik emoticon-0136-giggle.

Pada saat saya masih kecil, saya benci kalo harus berurusan dengan vaksin, imunisasi, cek darah, dan cabut gigi susu Photobucket.

1. Mengapa? 7
Karena saya memang takut disuntik.

2. Mengapa takut? 7
Ya karena rasanya sakit

3. Mengapa sakit? 7
Mengapa yah? Mungkin ahli biologi lah yang tahu kerja saraf manusia hihi…

Konsekuensinya, saya selalu saja sebisa mungkin menghindar. Seperti, memilih giliran terakhir pada saat imunisasi atau vaksin di sekolah, bahkan pernah sembunyi tapi ketahuan Photobucket.

Begitu juga di rumah sakit. Saya berlarian ke sana ke mari. Kalopun saya sudah berada di “kursi eksekusi” nya dokter Photobucket, butuh bujukan yang kreatif dan cukup lama sebelum saya benar-benar siap disuntik Photobucket, baik dari dokter maupun ortu. Dan pada saat jarum mulai mengarah ke sasaran pun, saya melakukan ekspresi berlebihan. Memang tidak sampai teriak sih. Tapi hanya mengatakan “aw..aw..aw” atau menggigit jari Photobucket. Jauh berbeda dengan adik saya yang berani bahkan senang kalo disuntik.

Tapi sekarang saya sudah berani kok. Mungkin ini gara-gara selama kemoterapi 19 bulan (Juli 07 – Januari 09), saya wajib cek darah tiap minggunya. Begitu juga sampai sekarang, saya masih melaksanakan MRI sekali per 3 bulan, yang mana cairan kontrasnya dimasukkan melalui infus. Ya tentu saja, saya terpaksa berani. Atau menjadi terbiasa? 😀

Walaupun, memang saya belum berani melihat langsung proses penusukan jarum ke lengan. Syukur-syukur dapet suster yang bagus atau penusukan yang bagus sehingga sama sekali ngga ada rasa sakit Photobucket. Tapi kalopun ada rasa sakit, saya tetap bersyukur.

Mengapa bersyukur?

Saya pernah membaca renungan harian dari The Upper Room (saya lupa tanggalnya), yang mengatakan bahwa rasa sakit itu juga berkat. Lho, kenapa berkat? Karena apabila kita masih bisa merasakan sakit, itu artinya kita (masih) hidup (dan ini menjawab pertanyaan nomer 3 tadi, “mengapa sakit?” karena kita masih hidup). Bagi yang tahu cerita saya, pasti mengerti dengan betul maksud yang saya bilang. Sehingga, rasa sakit pada saat disuntik pun, saya syukuri Photobucket.

Jadi; Suntik? Siapa takut ? Photobucket

(Sebenarnya, ada area suntik yang mana saya TIDAK AKAN MAU LAGI untuk disuntik, yaitu pada ujung jari. Mengapa? Waktu SD saya pernah ditusuk jarum di ujung jari untuk cek golongan darah, rasa sakitnya luar biasa! MengerikanPhotobucket)

Iklan

15 comments so far

  1. imey on

    gw masih takut disuntik… tapi berhubung “Takdir”… gk isa nolak… pura-pura aja gk sakit… gengsi diliatin anak kecil nangis… wkwkwk….

    wew,… nusuk di ujung jari buwatku masih mending… daripada tulang belakang yg disuntik… hikz..hikz.. atitt….

    • mikha_v on

      saya belum pernah pengalaman suntik tulang belakang (semoga tidak akan pernah). Tapi memang kata teman saya (yang juga sudah “takdir” dan mengalaminya beberapa kali) rasanya sakit banget. 😀

      Bagian lain yang pernah saya rasakan di gusi. Itu sakit juga hahaha…, dan sepertinya saya ngga akan pernah mau lagi suntik di gusi (dan sekali lagi, semoga tidak, karena gigi saya tidak pernah bermasalah 😀 )

  2. Hary4n4 on

    Dari dulu sampe sekarang…dan mungkin nanti… yg namanya suntik kok kesannya serem yaaa…? Belum disuntik pun kadang udah terasa sakitnya….hehe. 😀 apa itu yg bikin kita jadi ketakutan setengah mati…? Oh Yaa… Salam kenal yaaach… 🙂

    • mikha_v on

      Apa yang terjadi apabila kita mengalami 2 kali setengah mati? 😀

  3. bocahbancar on

    Hhmm…sudah membaca postingan saya namun beloum berkom,entar yawh…???

    Hhmm…Ya ya saya juga bersyukur dech… 🙂

    Salam hangat Bocahbancar…..

    • mikha_v on

      saya udah komentar kok kalo yang suntik di blog anda 😀 ,saya pakai ID mikha_v dengan avatar MV cokelat 😀

  4. mikha_v on

    dan itu salah satu alasan mengapa saya ngga mau jadi dokter (karena mami berkali-kali menyarankan saya menjadi dokter atau sejenisnya 😀 ,maklum mami dokter )

    Yaitu harus menyuntik pasien. Disuntik saja dulu sempat takut, apalagi menyuntik 😀 😀 😀 😀 😀

  5. uliana on

    Babang kok sama dengan Mama ya….dulu waktu kecil kalau ke dokter dan harus disuntik pasti Mama nangis,sementara Mami dengan tenang menyerahkan belakangnya utk disuntik dan sesudahnya malah tersenyum,Mama kan jadi malu ….hi…hi….masa kalah sama adiknya…?

    • mikha_v on

      hahaha 😀 pantesan mami bisa jadi dokter 😀

  6. intan on

    Yang paling seru waktu ke drg buat cabut gigi susu, sekitar sejam membujuk untuk duduk di kursi gigi dan berhasil,eh…duduknya nggak sampai 5 menit, tiba2 berdiri lagi dan keluar ruangan dan menuju parkir mobil untuk pulang, ck ck ck…luar biasa…

  7. uliana on

    Berarti dalam 5 menit menunggu itu drgnya sudah berhasil mencabut gigi?Kayaknya pasti belum ya….suntik pereda rasa sakit saja ditunggu dulu beberapa menit kan…?

  8. mikha_v on

    kalo babang mah lupa ah 😀 😀 😀

  9. intan on

    ralat, maksudnya nggak sampai 1 menit, bukan 5 menit, jadi duduknya hanya beberapa detik saja, jadi tentu saja belum ada tindakan apapun.

  10. uliana on

    Ha…ha…ha…kasihan deh yang sudah berbusa-busa membujuknya,perasaan sudah lega karena nurut mau duduk,ehh…kecele…
    Perasaan Babang itu kalau mau dicukur rambutnya juga begitu modelnya atau Ade Vano yang kelakuannya begitu?

    • mikha_v on

      hahahahhaha 😀 😀 😀 😀 😀 😀

      persoalan potong rambut, itu kan dulu 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: