jalan-jalan (part 2): NMH

Sesuai penjelasan part 1, kota pertama yang kami (saya, ortu, adik) kunjungi adalah Chicago. Kami berangkat hari Selasa, 9 Februari 2009, pukul 06.45 pagi waktu di sini (kalo di WIB, berarti pukul 17.45).

Supaya ngga bingung, saya ulangi lagi penjelasan part 1, tujuan kami ke Chicago karena saya harus menjalani pemeriksaan MRI rutin sekitar 1 kali tiap 3 bulan. Bagi yang belum tahu MRI itu apa, bisa dilihat di sini atau sini 49_49.

Oleh karena itulah, judul Part 2 kali ini adalah NMH: Northwestern Memorial Hospital. Rumah sakit tempat saya berobat mulai Juli 2007 – sekarang cool.

Terus, apa istimewanya rumah sakit itu? confused

Ada berbagai hal yang membuat rumah sakit tersebut sangat istimewa bagi kami, khususnya saya. Untuk kali ini, saya akan fokus membahas dari segi bangunan dan dalam nya big grin. Foto-foto yang saya tampilkan adalah kumpulan dari foto-foto yang dulu pernah saya ambil.

Nmhwikipedia

(diambil dari wikimapia)

NMH ini terbagi atas beberapa gedung seperti gedung utama, gedung parkir, gedung penelitian, gedung universitas nya, dan gedung RS anak. Foto di atas, adalah gedung utama nya.

Di sebelah bawah foto, jembatan kanan dan tengah menuju gedung parkir, jembatan kiri menuju gedung penelitian.

Bagian sebelah kiri disebut Feinberg Pavillion yang memiliki 13 lantai
Bagian sebelah kanan disebut Galter Pavillion yang memiliki 21 lantai.

116_0359

Pemeriksaan MRI saya sendiri dilakukan pada lantai 4 Galter Pavillion. Sayang sekali saya tidak bisa mengambil foto straight face. Karena, di ruang MRI, semua benda ferromagnetic tidak boleh dibawa.

Sedangkan cek darah waktu masa kemoterapi dulu dan juga appointment saya dengan dokter, dilaksanakan pada lantai 21. Lantai 21 adalah pusat kanker (cancer center).

116_0190

(Aneh ya, kok pusat kanker diletakkan di lantai paling atas yaitu 21? Untunglah ada elevator. Bayangkan kalo pakai tangga, kasihan pasien-pasien kankernya mesti capek-capek naik ke atas laughing)

Sebelum dipanggil dokter nya, tentu harus check in di receptionist terlebih dahulu. Receptionist akan memberikan saya sebuah “alat pemanggilemoticon-0161-phone.

116_0341

116_0343

Bagaimana cara kerja nya “alat pemanggil” itu? thinking

Pada saat giliran saya tiba untuk masuk ke ruang dokter, maka alat itu akan bergetar, lampunya nyala, dan berbunyi. Canggih kan? cool. Suster atau receptionist ngga perlu lagi repot-repot memanggil nama pasien atau nomor tunggu melalui pengeras suara seperti di rumah sakit lain pada umumnya oh go on.

Sekarang, mari kita lihat ruang tunggu nya winking.

116_0331

Ada kursi untuk selonjoran dan dilengkapi dengan televisi thumbs up. Di kiri belakang, ada coffee & tea maker emoticon-0162-coffee. Sedangkan di tengah belakang, ada telepon khusus untuk menghubungi bagian registrasi atau memanggil suster dan social worker 100

Kursi itu memang nyaman sekali. Sampai-sampai oma saya pun bisa tertidur sleepy:

tidur

Coba lihat TV nya. Pas sekali dengan film nya, Sesame dan temannya lagi terbang dengan tempat tidurnya. Mungkin saja mereka mau terbang menuju mimpi oma emoticon-0136-giggle.

116_0339

Di sebelah kursi bertelevisi tadi, ada juga kursi biasa dengan sandaran tangan yang agak besar. Mungkin bisa dipakai untuk meletakkan gelasΒ martini atau piring makanan. Mungkin juga untuk meletakkan buku atau majalah emoticon-0102-bigsmile.

116_0338

Kalo kursi yang sebelumnya sudah terisi penuh dengan pasien lain, ya sudah, di kursi biasa saja juga ada kok. Lengkap dengan pemandangan kota ChicagoΒ  dan Lake Michigan smug.

116_0340

Kalo ingin main internet (gratis), juga disediakan 3 komputer 63_63. Walaupun dengan kemampuan terbatas karena komputernya memakai sistem thin-client.

116_0348

Di sini ruangan rapat lantai 21. Terkadang acara seminar kanker dari organisasi pendukung pasien kankerΒ  juga dilaksanakan di sini. Contohnya pada foto ini:

jonimerman

(Dari kiri ke kanan: Jon Imerman, saya, adik, mami)

Jon Imerman adalah seorang cancer survivor. Dulu pernah kena kanker (lupa kanker apa), tapi sekarang sudah sembuh. Kemudian, dia mendirikan sebuah organisasi bernama Imerman Angels. Itu adalah organisasi yang mendukung para cancer fighter dan cancer survivor.

Sekarang mari kita lihat ruang dokter nya.

Rame

Memang ruangannya agak kecil. Foto di atas kalo ngga salah diambil tahun lalu, pada saat Oma dan kakaknya mami (yang biasa saya panggil ‘mama’; bingung kan? ada mami dan ada mama? tongue). Coba tebak, yang mana mereka pada foto di atas? Yang jelas, dokter saya, Dr. Jeffrey Raizer, ada di tengah.

Tentu oma dan mama membawa oleh-oleh untuk dia dari Indonesia:

Bersama_Hadiah

Yaitu dasi khas Indonesia id cool.

Ada satu yang menarik perhatian saya pada sebuah ruangan dokter yang lain.

cancerissosmall

Tentu saya amini kata-kata tersebut angel. Tuhanlah yang berdaulat akan keseluruhan diri kita, bukan kanker. Sekalian ayat favorit saya: 1 Petrus 2:24. Cari sendiri ya, biar rajin buka alkitab tongue.

Itulah beberapa foto yang saya ambil dari lantai 21 camera. Sekarang mari kita turun ke lantai tiga.

116_0356

116_0357

Hall di atas biasa dipakai untuk seminar kecil-kecilan.

116_0349

116_0351

Di lantai 3 ini, juga ada Health Learning Center. Ini foto depannya:

116_0352

Apa ya isinya? masuk yuk:

116_0354

Wah ternyata lengkap sekali thumbs up. Seperti perpustakaan. Ada buku-buku mengenai tiap organ tubuh, dan tentu saja miniatur tiap organ tubuhnya. Dan komputer yang online ke internet maupun ke database buku perpustakaannya 63_63. Di sebelah depan, ada juga komputer untuk internet beserta printer yang bisa dipakai pasien.

Nah setelah jalan-jalan begini, perut tentu terasa lapar drooling. Jangan khawatir! Kafetaria besar dan lengkap ada di lantai 2 55_55. Mari kita lihat:

116_0644

Sayangnya, saya tidak mengambil foto di tempat beli makanannya. Soalnya, ini juga makan bekal yang dibawa dari rumah. Hehehe…lebih hemat uang kalo beli bekal daripada beli sendiri money eyes. Tapi bukan berarti kami tidak pernah beli makanan dari situ. Saya juga suka makan “Vegetarian Taco Salad”. Sebuah makanan unik a’la Meksiko thumbs up.

116_1143

Memang awalnya agak aneh. Tapi lama-lama saya jadi biasa. Soalnya alasan utama, memang dietary saya adalah vegetarian. Sayur dan buah adalah menu utama big grin. Di Taco Salad ini, ada berbagai macam jenis sayur. Yang ngga mau makan atau mencicipi ini lagi adalah oma dan mama saya. Mungkin karena selera nya jauh berbeda ya? tongue

Dan setelah sudah kenyang makan di kafetaria 56_56, saatnya pulang. Masih ingat jembatan ke gedung parkir yang saya sebutkan sebelumnya? Jembatan tersebut terletak di lantai 2 juga.

116_0360

116_0364

Masih ada hal-hal unik lainnya, seperti mesin pembayaran parkir otomatis di lorong itu.

116_0362

Sehingga, untuk bayar parkir tidak perlu lagi repot-repot mengantri pada kasir di gerbang parkir. Cukup bayar parkir di mesin ini.

Sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang unik di NMH ini, seperti Starbucks dan Farmasi di lantai 1, ATM, Gift Shop, ruang berdoa (untuk Kristen, Yahudi, dan Islam; bahkan ada pastoral khusus NMH) di lantai 2. Namun, belum sempat saya foto. Mungkin di lain waktu saja peace sign.

Tidak semua RS di USA memiliki model seperti NMH. Dan menurut saya, NMH ini lebih pantas disebut Hotel daripada “Rumah Sakit“.


Coba ya kalo di Indonesia ada RS model begini day dreaming (ngga ada salahnya kan berandai-andai?) pasti pasiennya cepat sembuhnya.

Sebagai gantinya, pada berita yang hangat baru-baru ini, sebuah RS di Indonesia justu mem-penjara-kan korban malpraktek yang mengeluh no talking thumbs down. Kasihan pasiennya kalo begitu. Di USA, dokter yang malpraktek itu bisa dituntut habis-habisan (oleh karena itu, untuk sebagian orang, di USA lebih enak jadi suster daripada dokter).

Saya tahu di Indonesia banyak kok dokter yang berkualitas (seperti mami saya sendiri dan bapak tua saya tongue). Tapi untuk teknologi, fasilitas, moral, dan hukumnya, seharusnya bisa dibuat lebih baik lagi. Masa korban yang dipenjara? Dimana-mana, pelaku yang dipenjara.

Oke deh, karena posting ini bukan dimaksudkan untuk membahas politik atau perbandingan RS, jadi sampai di sini saja peace sign. Dan tentu saja untuk liputan jalan-jalannya, berlanjut ke part berikutnya yang akan saya tulis big grin.

Iklan

20 comments so far

  1. intan on

    wah, lengkap euy recordnya.

    • mikha_v on

      masih kurang. Sisi lain dari ruang tunggu lantai 21, terus lantai 20, dan beberapa ruangan di lantai 2 & 1 (starbucks, chapel) belum sempat difoto.

  2. Dhika on

    wahhhh…
    ituuu Rumah sakit terkereeeen! bener bgt mirip hotel…ckckck…(maklum ndeso)

    • mikha_v on

      tapi sebagus-bagusnya RS, jauh lebih baik kalo ngga sakit kan? Hahaha…

      Mungkin kalo sekedar main-main ke sana sambil beli makan di kafetaria/starbucks, boleh saja kok. Makanan di Kafetaria nya enak-enak lho (walau tentu masih lebih enak makanan indo πŸ˜€ )

  3. imey on

    no comment….

    • mikha_v on

      lho kok no comment? πŸ˜€

  4. uliana on

    Waduuuh…lengkap nich….serasa sedang ikutan Babang yang sedang jadi guide…jadi ingat lagi memori ditiap ruangan yang Babang terangkan…

  5. […] Jalan-jalan (part 3): OASIS Bagi yang belum baca bagian sebelumnya, silakan buka dulu: Part 1 (Pendahuluan) Part 2: NMH […]

  6. Rolla on

    tapi bagiku lebih bagus tinggal dirumah
    rumahku adalah istanaku
    hehe

  7. Debby on

    foto2 itu buat aku katawa-ketiwi sendiri di depan komputerku…

    ingat masa lalu Mik….
    hahahahaha

  8. uliana on

    Memangnya Debby punya pengalaman apa di NMH ya Mik…?kok kayaknya lucu….jadi pengen tahu…

  9. uliana on

    Koment Oma setelah melihat foto tidurnya:”Wah…Babang kok tega2nya memasukkan foto Oma itu,Oma kan jadi malu….”.
    Gitu kata Oma.Sementara Mama mah kalau lihat foto itu selalu geli…soalnya jadi teringat sih waktu Babang diam2 ngambil foto Oma yang lagi nyenyak,he…he….

    • mikha_v on

      hahahaha πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

  10. tante sherly on

    membaca liputan ini membuat tante tersenyum2 sendirian πŸ™‚ terutama dibagian oma yang terlelap ditemani sesame hi hi hi….
    tp yg terutama adalah rasa sukacita dan bersyukur krn berkatNYA yang luar biasa (GOD is AWESOME!) buat babang & kita semua dengan rumah sakit yang begitu care dengan pasien&keluarganya (betul kata babang,rumah sakit ini mampu membuat pasien jadi lebih cepat sembuh), dokter jeffrey yang pintar,baik&lucu,jg para perawat&social worker yang baik hati πŸ™‚

  11. uliana on

    Iya…Mama setuju dengan tante…salut buat mereka (Dokter Jeffrey,suster Laurie dan perawat & social worker)yang banyak membantu kesembuhan dan kepulihan pasien yang mereka hadapi dengan lemah lembut dan penuh pengertian….
    Orang2 yang terpanggil utk menyalurkan dana tanpa memandang bangsa dan derajat kedudukannya….teristimewa bersyukur atas Mujizat dan berkat Tuhan yang begitu besar,tak terduga lebar,dalam dan tinggi dan indahnya kasih Tuhan Yesus kepada keluarga kita terutama yang Tuhan tunjukkan pada Babang.Tak terkatakan kekaguman kita untuk KemuliaanNya.
    Terpujilah Tuhan !!!

  12. chrystina on

    walopun dlm cerita ini,bkn tentang perawatan mikha,tp ttg RS nya.
    tp aku jd terharu dan membayangkan bagaimana mikha menjalani semua perawatan dari mulai awal sampe sekarang bisa dinyatakan sehat kembali dg tetap dapat memiliki spirit dan semangat yg tinggi…
    Praise the Lord…
    God bless you and your family mik…

    • mikha_v on

      terimakasih ya πŸ˜€

      GBU 2 πŸ˜€

  13. maylisa on

    πŸ™‚ GBU

  14. […] kunjungan rutin, 8 Desember kemarin. (Bagi yang belum baca liputan nya, silakan baca pada link ini: jalan-jalan ke NMH. Rumah sakitnya seperti hotel […]

  15. […] Besok pagi, saya ke RS di Chicago. Bukan karena saya demam, tapi memang Check-Up rutin. Bagi yang belum tahu seperti apa RS saya, keren lho! Seperti hotel (pamer mode: on ). Silakan lihat pada posting ini: Jalan-Jalan ke NMH […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: