Tanggapan untuk “Nasionalisme dan Logat Indoglish”

Tanggapan saya atas postingan ——> INI


1. Mungkin ada sebagian orang yang memandang bahasa bukan sebagai alat nasionalisasi, tapi lebih sebagai alat komunikasi. Itu sebabnya mereka kurang peduli dengan kaidah bahasa yang benar. Yang penting, apa yang dikomunikasikan, bisa dimengerti orang lain.

2. Ada beberapa kata sulit untuk dicarikan bahasa Indonesianya, atau mungkin belum biasa memakai bahasa Indonesianya. Contoh:
download: mengunduh
upload: mengunggah
Optimal / efektif: mangkus
Efisien: sangkil
– dll

Saya belum biasa menggunakan istilah baku tersebut. Bukan karena saya tidak nasionalis atau saya menganggap itu bahasa rendahan. Kebanyakan teman saya, tidak mengerti keempat-empatnya. Dalam hal ini, saya menggunakan prinsip pertama yang saya sampaikan, bahwa fungsi bahasa itu lebih kepada alat komunikasi daripada alat nasionalisasi. Memang itu kan seharusnya yang menjadi tujuan utama bahasa? Apabila nasionalisasi tapi tidak mengerti, untuk apa? Sehingga, untuk keempat kata di atas, saya selalu menggunakan istilah yang bahasa inggrisnya atau yang tidak bakunya.

3. Tidak semua orang terlahir dengan kecerdasan linguistik. Kecerdasan dasar itu, mungkin sudah sering  kita dengar, ada 8 buah: Logika, Linguistik, Interpersonal, Intrapersonal, Musikal, Natural, Kinestetik, dan Spasial. Manusia memiliki minimal salah satu dari kecerdasan itu. Sehingga, tidak semua manusia terlahir dengan kecerdasan bahasa atau linguistik. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa benar-benar menguasai kaidah bahasa. Orang yang memiliki kecerdasan logika, belum tentu punya kecerdasan bahasa. Atau mungkin saja, ada orang yang memiliki semua kecerdasan kecuali bahasa. Who knows?

Memang bahasa adalah elemen yang penting dalam suatu bangsa. Tapi menurut saya, bahasa bukanlah satu-satunya pengukur nasionalisme, terutama untuk orang-orang pada point nomer 3. Jangan menghakimi nasionalisme seseorang hanya dari segi bahasa.

Saya pribadi sebenarnya memang kurang nyaman mendengar orang Indonesia tulen yang selalu mencampur-adukkan bahasa inggris-indonesia, apalagi mencampurkan logatnya. Saya juga terkadang agak sensitif dengan kosa kata bahasa indonesia yang tidak baku, seperti merubah (seharusnya mengubah, karena kata dasarnya ubah) dan di mari (tidak ada istilah dimari, yang ada adalah kemari); Begitu juga dengan penggunaan kata yang salah dalam berbagai forum maupun mailing list seperti “secara”, “bergeming”, dan “acuh”.

Saya sudah berusaha sebisa mungkin untuk memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Justru saya lebih bangga apabila menguasai bahasa inggris dan indonesia dengan sempurna, daripada menjadi orang yang ‘Indoglsih’.

Saya pikir, ada beberapa solusi yang bisa diterapkan oleh kita semua dalam melatih berbahasa:

1. Membiasakan diri berbahasa Indonesia yang baik dan benar dan baku. Ya, contohnya dengan membaca buku dengan tata bahasa yang baik.

2. Ini saran untuk sistem pemdidikan bahasa indonesia. Bagi saya, pelajaran Bahasa Indonesia itu lebih kepada sesuatu yang abstrak, rumit, dan kaku. Seharusnya pemerintah dan guru-guru memakai pendekatan yang lebih baik dalam hal ini. Misal, mengajar bahasa Indonesia dengan lebih menarik, konkret, informatif, dan menyenangkan, bukan hanya sebuah buku dan rumus-rumus tata bahasa yang terlalu kompleks. Dengan cara ini, saya harapkan kita semua bisa lebih senang dan terbiasa memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sekian komentar saya, mohon maaf apabila ada salah kata.

Iklan

3 comments so far

  1. intan on

    Ditunggu postingan yang bhs Inggris…

  2. intan on

    Postingannya (apa saja) dalam bhs Inggris.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: